HEADLINE NEWS

Kategori

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Follow by Email

Harga Ayam Potong Naik Lagi, Daya Beli Masyarakat Melemah

Diposting oleh On Juni 19, 2018

KBK- Martapura : Harga ayam potong terus merangkat naik dari harga Rp 25 ribu per kilogram sebelum Bulan Ramadan , namunkini sudah berada di harga Rp 33 ribu per kilogram.

Sebagian besar pemilik warung makan dan para ibu rumah tangga tentu cukup mengeluhkan dengan naiknya harga ayam potong. Menurut Maisarah salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Sungai Tabuk, kenaikan ini sudah mulai terjadi ketika memasuki Bulan Ramadan 1439 H, namun naiknya secara bertahap, dan sebelum lebaran harga berada Rp 28 ribu per kilogram.

" Menjelang lebaran, kita langsung beli dari kandang dan harganya tetap naik, yakni Rp 33 ribu per kilogram sampai sekarang," ujarnya (19/6/2018).

Kenaikan harga ayam potong ini juga terjadi di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Banjar, seperti di Pasar Gambut, Kertak Hanyar ,Pasar Jati, Sungkai dan juga di Pasar Bauntung Batuah Martapura.

Menurut Maisarah kenaikan harga ayam potong juga diikuti kenaikan harga ikan basah lainnya, seperti ikan jenis Patin , Mas dan lainnya.

"Kenaikan harga juga terjadi pada jenis ikan, namun kenaikannya hanya sedikit,yakni sekitar seribu sampai dua ribu rupiah per kilogram. Biasalah kalau menjelang Hari Raya atau Bulan Maulid ada kenaikan seperti ini," pungkasnya.

Kenaikan harga ayam potong ini berdampak pada menurunkan daya beli masyarakat terhadap jenis ayam potong ini, sehingga permintaan sedikit mengalami penurunan.





Editor :
Penulis :

Mali-Mali Geser Pangambangan Sebagai Sentra Kembang Untuk Ziarah

Diposting oleh On Juni 16, 2018

KBK - Martapura : Penjualan kembang untuk keperluan ziarah ke makam sanak keluarga terus berlangsung ramai di Kalimantan Selatan pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Para pedagang mendapat berkah dan rejeki yang berlimpah dibanding hari biasa, sehingga rela setelah sholat ied langsung menggelar dagangannya.

Pada setiap Hari Raya Idul Fitri, sebagian besar masyarakat atau umat muslim di Kalimantan melaksanakan ziarah ke makam keluarga mereka. Salahsatu yang dibutuhkan mereka saat berziarah adalah kembang untuk ditaburkan di makam keluarga mereka yang telah berpulang ke rahmhatullah lebih dulu.

Banyaknya umat muslim yang berziarah ke makam dan membutuhkan kembang tersebut mendatangkan peluang usaha bagi penjual kembang, bahkan bagi penjual kembang yang hanya berjualan musiman. Subhan (34) Tahun asal Kota Martapura, Kabupaten Banjar mengatakan, pendapatannya semakin lumayan pada Hari Raya Iduk Fitri ini, walaupun jumlah penjual kembang semakin bertambah.

"Haraga kambangnya tatap haja lima rupiah sawadah, tapi payunya daras daripada hari biasa," ujarnya.

Menurut pria yang punya istri orang Pangambangan Banjarmasin ini, bahan baku kembang yang ia jual dari Desa Mali-Mali dan Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Sebagian besar pedagang asal Martapura bahan bakunya memang dari kedua desa tersebut, sebab memang di kedua desa inilah budidaya tanaman kembang dijadikan usaha utama sebagian masyarakatnya.

"Ulun bajualan kembang ngini di sekitar simpang 4 Sungai Tabuk hasilnya lumayan. Sabalumnya ulun lawan bini bajualan di Landasan Ulin Banjarbaru, tapi karna nang bajualan batambah, lun cari lokasi lain, ya disini,"pungkas Subhan.

Menurut banyak cerita dulu yang paling terkenal sebagai sentra penjualan kembang untuk aneka keperluan,khususnya untuk tabur bunga ke makam dan sejenisnya berasal dari desa atau kini disebut Kelurahan Pangambangan Banjarmasin. Namun, seiring berjalannya waktu usaha jenis ini sangat berkembang di wilayah Kabupaten Banjar, yakni di Desa Mali Mali dan Jingah Habang, serta desa lainya.



Editor :
Penulis :

Pesantren Ramadan 1439 H  Di Lapas Anak Martapura

Diposting oleh On Juni 12, 2018

KBK- Martapura : Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Anak Klas 1 A Martapura dalam sepekan ini, yakni mulai Rabu 6 Juni 2018 menggelar Pesantren Ramadan 1439 H. Salahsatu program pelajaran yang dilaksanakan adalah praktik penyelenggaran jenazah (12/06/2018).

Pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang disampaikan Arif Maulana (18) warga binaan di Lapas anak ini menandai dimulainya kegiatan pesantren ramadan yang dikhususkan bagi penghuni didalam Lapas.

Pada kegiatan ini Bupati Banjar diwakili Staf Ahli Bidang kemasyarakatan SDM, Masruri, dan tampak hadir juga Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari, Kepala Kemenag Banjar Drs H Izzudin MAG, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Rakhmad Dhani, serta Kepala LPKA Klas 2 A Martapura Tri Saptono Sambudji.

Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari dalam sambutannya mengatakan, bahwa semua patut bersyukur melalui kerjasama MUI Banjar dan LPKA Klas I Martapura, sehingga dapat terselenggara kegiatan pesantren Ramadhan 1439 H.

"Pelajaran dan praktik penyelenggaraan jenazah ini sangat penting agar kita mengingat mati. Karena, tidak ada yang hidup kekal abadi. Kita semua akan mengalami yang namanya mati dan banyak contohnya sudah, bapak dan ibu serta keluarga sudah menemui yang namanya mati, atau meninggal dunia," katanya.


Menurutnya setiap umat itu, ada batas waktu ajal. Bila mana datang ajal datang waktunya tidak bisa lagi diundur atau dimajukan baik terhadap ulamaa, presiden, maupun para menteri dan itu tidak diketahui kapan dan berapa tahun hidup didunia.

"Inilah motivasi kita mengingat yang namanya mati. Kegiatan ini, tergolong langka karena dalam satu kampung belum tentu ada yang bisa memandikan jenazah,” jelasnya.

Sementara itu Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs H Masruri menyambut baik pelajaran dan praktik menyelenggarakan jenazah yang dilaksanakan di LPKA Klas 1Martapura.
Menurutnya pesantren ramadhan, menambah kadar keimanan dan ketaqwaan setidaknya menambah wawasan ilmu pengetahuan dibidang agama apalagi ini ada ditambah pelajaran dan praktik penyelenggaraan jenazah.

“Jadi sangat beruntung bisa mendapatkan pelajaran tata cara menyelenggarakan jenazah. Karena, pengetahuan ini terbilang langka. Satu kampung bisa tidak ada yang bisa. Maka itu, selama dua hari ini peserta bisa mengikuti materi yang disampaikan dan kelak bisa diterapkan dilingkungan,”pungkasnya.


Editor :
Penulis :

Fenomena " Maju Tak Gentar Membela Yang Bayar '

Diposting oleh On Juni 11, 2018

KBK- Banjarmasin : Tidak sedikit orang dengan profesi yang ia miliki rela melanggar norma hukum dan etika profesi hanya, karena segepok uang (11/06/2018).

Sangat memprihatinkan dan menyedihkan sekali, sebab dewasa ini tidak tua, tidak muda banyak yang melacurkan diri dan profesi mereka karena kebutuhan materi yang rakus. Sebagian diantara mereka ini bahkan tanpa malu mengatakan apa yang dilakukan adalah "Maju Tak Gentar Membela Yang Bayar" dan ini sudah terjadi diberbagai profesi. Sebutlah mereka oknum penegak hukum, oknum aktivis atau penggiat diberbagai bidang ormas, bahkan juga oknum wartawan dan lainnya.

Khusus mengenai oknum-oknum wartawan , hal itu sudah biasa terjadi dan terlihat langsung dari produk berita yang disampaikan ke masyarakat. Oknum wartawan sampai ke jejaring diatasnya tidak luput dari maju tak gentar membela yang bayar ini akan jelas terlihat dalam menampilkan fakta dan data dalam sebuah pemberitaan. Kesan memihak dan berpihak, namun tidak didukung fakta sebenarnya dilapangan sering terjadi. Misalnya, selalu baik berita untuk A, tetapi selalu jelek untuk B, karena A membayar dan B tidak membayar untuk peliputan berita dan lainnya.

Propaganda kelompok A selalu ditulis dengan hurup besar dengan space halaman yang besar,namun untuk B hanya diberi space atau ruang sedikit sekali. Hal seperti ini juga terjadi pada oknum -oknum yang memiliki ormas atau LSM, sebab mereka ini tidak jarang siap melakukan unjukrasa atau demo dan Maju Tak Gentar Membela yang Bayar.


PENGALAMAN DILAPANGAN DAN TANGGAPAN SOSIOLOG

Belajar dari pengalaman. Beberapa waktu yang lalu Ketua Walhi Kalsel, Kisworo mengatakan ia ditanya mengapa kegiatan Walhi Kalsel yang menggugat pidana Pemerintah atau Kementerian ESDM terkait Izin pertambangan di Gunung Meratus tidak ramai, bahkan boleh dikatakan tidak ada beritanya ? Kisworo dengan santai saja menjawabnya dengan balik bertanya.

"Media apa langganan kalian untuk membaca ? Kalau media yang dimiliki penguasa atau pengusaha, dan pemilik modal, ya jelas tidak ada beritanya," ujar dengan nada santai.

Fenomena maju tak gentar membela yang bayar juga telah disampaikan Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Khaldun Jakarta, Muslih Umar Ph.D. pada saat menjadi saksi ahli di PTUN Banjarmasin. Menurutnya, sebagian besar aksi demo di berbagai daerah hanya menggunakan masyarakat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
“Hal itu bisa digerakkan penguasa atau pemilik modal. Yang menjadi korban adalah masyarakat itu sendiri, karena para penguasa dan pemilik modal punya kepentingan sendiri. Namun, setelah misi atau tujuannya tercapai, masyarakat bisa ditinggalkan,” tegasnya.

Belajar dari fenomena maju tak gentar membela yang bayar (bukan yang benar), ada baiknya masyarakat untuk lebih teliti dalam menilai sebuah pemberitaan dan media yang mengeluarkan berita. Masyarakat bisa lebih cek dan ricek lagi sumber lainnya, agar punya pembanding dalam mencari fakta dan data yang lebih akurat dan bisa menjadi rujukan. Selain itu ada baiknya juga melihat latar belakang perusahaan media dan wartawannya dilapangan, sebab hal ini biasanya akan berbanding lurus dengan apa yang mereka lakukan.

Maju tak gentar membela yang bayar tidak mustahil akan terjadi pada Pilkada, Pemilu,dan Pilpres, sehingga perlu kearifan masyarakat untuk bersikap dalam menghadapi persoalan seperti ini.

Selain itu tidak jarang juga kita temukan informasi bohong atau hoax, bahkan fitnah diberbagai media, dan yang terbanyak melalui jejaring sosial atau medsos. Informasi seperti ini juga tidak sedikit dilakukan karena dibayar. Ingat kasus Saracen yang ditangani oleh pihak Cyber Crime Mabes Polri. Terkait hal ini, ada baiknya kita semua untuj lebih bijak dan cerdas dalam menyikapinya.







Photo : Pemburu Ilmu
Opini. :

Kuasa Hukum PT. SILO Group Siap Hadapi Banding Gubernur Kalsel

Diposting oleh On Juni 11, 2018

KBK- Jakarta : Tim kuasa hukum PT. SILO Group siap hadapi banding Gubernur Kalsel terkait putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin.

Kuasa hukum PT. Silo Group Yusuf Pramono mengatakan, pihaknya masih belum menerima salinan putusan PTUN Banjarmasin yang mengabulkan seluruh gugatan terhadap SK Gubernur Kalsel tentang pencabutan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP).

Menurut Yusuf, diperkirakan besok salinan salinan putusan pengadilan tersebut akan sampai kepada kuasa hukum yang tergabung dalam Ihza & Ihza Law Firm. Sedangkan rencana pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Andi M.Asrun selaku kuasa hukum Gubernur Kalsel mengajukan banding ke PT TUN Jakarta, menurutnya adalah hak pihak tergugat. Untuk itu pihaknya siap melayani sesuai prosedur hukum.

"Kita tunggu dasar alasan-alasan banding dari Gubernur Kalsel, apa keberatannya atas putusan PTUN Banjarmasin," pungkasnya.

Pada Kamis lalu (7/6/2018) Majelis Hakim PTUN Banjarmasin yang menggelar sidang dengan agenda putusan terhadap nomor perkara 4/G/2018/PTUN.BJM yakni perkara gugatan terhadap SK Gubernur tentang Pencabutan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) PT.Sebuku Sejaka Coal, gugatan No perkara 5/G/ 2018/PTUN-BJM Coal PT. Sebuku Tanjung Coal, No Perkara 6/G/2018/PTUN.BJM . Ketiga majelis hakim memutuskan mengabulkan seluruh gugatan, SK batal tentang pencabutan izin usaha produksi, mencabut SK Gubernur,dan menghukum membayar biaya perkara masing-masing sebesar Rp 277.500.

Seusai putusan Andi M. Asrun selaku kuasa hukum Gubernur Kalimantan Selatan menyatakan akan melakukan banding atas putusan ketiga majelis hakim. Menurutnya hakim hanya mengikuti bukti dan fakta hukum dari pihak penggugat dan mengabaikan fakta dan bukti yang pihaknya sampaikan.

"Kita sangat kecewa dan akan banding. Majelis hakim mengambil alih pendapat penggugat dalam membenarkan putusan. Logika yang digunakan ngawur dan tidak tepat," jelas Asrun dengan nada kecewa.

Sementara itu kuasa hukum PT. Silo Group Yusril Ihza Mahendra menyatakan pertimbangan hakim PTUN Banjarmasin sudah tepat dan adil, karena telah melihat fakta dan bukti hukum selama berjalan di persidangan.

"Hakim memutuskan SK Gubernur Kalsel yang mencabut izin pertambangan PT.Sebuku Sejaka Coal bertentangan dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Kuasa hukum Gubernur Kalsel, Andi Asrun tidak puas, silakan ajukan banding," pungkasnya.





Editor : Istemewa
Penulis :

Pandri Dapat Berkah Ramadan Melaui Danramil dan Kapolsek

Diposting oleh On Juni 10, 2018

KBK- Martapura : Bantuan kursi roda dari Danrami dan Kapolsek membuat Pandri (42) gembira dan bisa bersosialisasi lagi lebih mudah dengan para tetangga, serta tidak lagi hanya bisa terbaring (10/06/2018).

Wajah Pandri (42) Warga Desa Kupang Rejo RT.02 Kec.Sungai Pinang, Kabupaten Banjar terlihat ceria dan gembira bercampur haru,ketika menerima bantuan Kursi Roda dari Danramil-01/ SP Kapten Inf Yohanes Sumarsono dan Kapolsek Sungai Pinang Iptu Andre,Minggu (10/06/2018). Bulan Ramadan bulan yang penuh berkah, ternyata ia rasakan juga melalui bantuan kursi roda yang diberikan kepadanya tersebut.

Kapten Inf. Yohanes Sumarsono menuturkan bahwa selama 8 Tahun lamanya Pak Pandri menderita cacat ( Lumpuh ) akibat kecelakaan kerja.

"Melalui bantuan Kursi Roda ini kita harapakan mampu membantu aktivitas bagi saudara kita yang mengalami cacat, seperti bapak pandri ini," ujarnya penuh harap.

Menerima bantuan ini Pandri seorang ayah dengan dua orang anak ini merasa sangat terbantu dan untuk itu ia menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada Danramil, Kapolsek beserta jajarannya yang sudah turut memperhatikan warga miskin seperti dia yang jauh berada di pedesaan.

"Dengan bantuan Kursi tersebut saya bisa bersosialisasi kembali seperti dahulu dengan tetangga sekitar rumah, ungkapnya",

Menurut Pandri sudah sekitar 8 tahun terbaring di rumah dan ia seakan terkucil dari orang orang di kampung,dimana dia bertemat tinggal, sebab tidak bisa bersosialisasi seperti sebelum ia sakit.

Ia juga mengungkapkan, bahwa sudah sering kali diantar oleh isteri maupun keluarganya untuk berobat 'kampung" kemana-mana, namun tiada hasil.

"Mau berobat ke dokter tidak ada biayanya, sehingga saya pasrah menerima kondisi ini.Tetapi dengan bantuan bapak Danramil dan Kapolsek ini saya sangat berterima kasih," ucapnya dengan nada sedih.




Editor :
Penulis :

Penemuan Mayat Dalam Box Plastik di Depan Mushala Al-Musyarrafoh Sungai Tabuk

Diposting oleh On Juni 10, 2018

KBK- Martapura : Warga Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar dibuat geger dengan adanya sebuah titipan box plastik ukuran sekitar 100 X 75 Cm didepan Mushala Al Musyarafah yang ternyata didalamnya berisi mayat (10/06/2018).

Menurut saksi mata, Muhammad Said dan teman-temannya sekitar pukul 01.30 ketika ia bersama sejumlah jamaah Mushala Al Musyarrofah sedang melakukan tadarus Al-Qur'an, seorang pria yang berusia sekitar 35 tahun dengan mengendarai sebuah sepeda motor merek Yamaha Yupiter mampir didepan mushala dan menurunkan barang bawaannya berupa box plastik yang mereka kira isinya pakaian atau paket untuk lebaran.

Menurut Muhammad Said pengendara sepeda motor turun dan mengatakan, ia numpang titip paket barang, karena akan mengambil handphone yang ketinggalan. Namun, hingga sholat subuh selesai pengendara sepeda motor pembawa box plastik ini belum juga kembali, sehingga para jamaah di masjid tertarik untuk mengetahui apa isi dari box plastik tersebut.

"Yang menitip box plastik dan mengaku berisi paket, hingga selesai sholat subuh tidak kembali,"jelasnya.


Sementara itu Ketua langgar Al musyarrofah, Akhmad Muslim (45) yang beralamat di Jalan Bhakti RT.03 Pemakuan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar mengatakan, karena belum kembali dan tak ada yang mengambil, maka para jamaah mushala bersepakat untuk membuka untuk mengetahui isi dari paket tersebut. Selain itu warga menduga paket tersebut berisi paket lebaran yang berisi baju atau sembako.

" Setelah kami buka box plastik tersebut didalamnya ada tiga lapis kantong plastik, dan setelah betul-betul terbuka, kami terkejut ternyata isinya manusia dan terlihat tangannya yang terikat," cetusnya.

Menurut Akhmad Muslim setelah mengetahui isi dari box plastik tersebut, box diamankan kedalam mushala, dan ia bersama jamaah mushala melaporkan ke Ketua RT, Pambakal dan akhirnya dilanjutkan ke Polsek Sungai Tabuk.

Saat ini pihak Polsek Sungai Tabuk telah memasang garis polisi dan Tim Inafis dari Polres Banjar telah tiba ke lokasi penemuan mayat.Pada proses evakuasi mayat dalam box plastik ini tampak hadir langsung Wakapolres Banjar Kompol Aji Lukman SH Sik dan selanjutnya mengawal mobil Ambulance Keluarga Gudang Hirang menuju RSUD Ulin Banjarmasin.




Editor :
Penulis : Syahminan