HEADLINE NEWS

Kategori

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Follow by Email

Mali-Mali Geser Pangambangan Sebagai Sentra Kembang Untuk Ziarah

Diposting oleh On Juni 16, 2018

KBK - Martapura : Penjualan kembang untuk keperluan ziarah ke makam sanak keluarga terus berlangsung ramai di Kalimantan Selatan pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Para pedagang mendapat berkah dan rejeki yang berlimpah dibanding hari biasa, sehingga rela setelah sholat ied langsung menggelar dagangannya.

Pada setiap Hari Raya Idul Fitri, sebagian besar masyarakat atau umat muslim di Kalimantan melaksanakan ziarah ke makam keluarga mereka. Salahsatu yang dibutuhkan mereka saat berziarah adalah kembang untuk ditaburkan di makam keluarga mereka yang telah berpulang ke rahmhatullah lebih dulu.

Banyaknya umat muslim yang berziarah ke makam dan membutuhkan kembang tersebut mendatangkan peluang usaha bagi penjual kembang, bahkan bagi penjual kembang yang hanya berjualan musiman. Subhan (34) Tahun asal Kota Martapura, Kabupaten Banjar mengatakan, pendapatannya semakin lumayan pada Hari Raya Iduk Fitri ini, walaupun jumlah penjual kembang semakin bertambah.

"Haraga kambangnya tatap haja lima rupiah sawadah, tapi payunya daras daripada hari biasa," ujarnya.

Menurut pria yang punya istri orang Pangambangan Banjarmasin ini, bahan baku kembang yang ia jual dari Desa Mali-Mali dan Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Sebagian besar pedagang asal Martapura bahan bakunya memang dari kedua desa tersebut, sebab memang di kedua desa inilah budidaya tanaman kembang dijadikan usaha utama sebagian masyarakatnya.

"Ulun bajualan kembang ngini di sekitar simpang 4 Sungai Tabuk hasilnya lumayan. Sabalumnya ulun lawan bini bajualan di Landasan Ulin Banjarbaru, tapi karna nang bajualan batambah, lun cari lokasi lain, ya disini,"pungkas Subhan.

Menurut banyak cerita dulu yang paling terkenal sebagai sentra penjualan kembang untuk aneka keperluan,khususnya untuk tabur bunga ke makam dan sejenisnya berasal dari desa atau kini disebut Kelurahan Pangambangan Banjarmasin. Namun, seiring berjalannya waktu usaha jenis ini sangat berkembang di wilayah Kabupaten Banjar, yakni di Desa Mali Mali dan Jingah Habang, serta desa lainya.



Editor :
Penulis :

Banjarbaru Ibukota Seni Indonesia

Diposting oleh On Juni 11, 2018

KBK- Banjarbaru : Kota Banjarbaru salah satu kota di Kalimantan Selatan yang sangat ramah bagi perkembangan dan pelestarian Seni dan budaya, sehingga muncul istilah baru, yakni Banjarbaru Ibukota Seni Indonesia.

Sejumlah kontes, festival dan lomba beraneka seni dan budaya tumbuh dan berkembang baik di Kota Banjarbaru. Para penggiat seni dan budaya di kota ini cukup ulet dan bahkan tahan banting guna pelestarian dan pengembangan budaya daerah hingga budaya nasional. Namun, mereka juga tidak menutup diri dari budaya-budaya bangsa lain didunia, hanya saja pengiat seni di Kota Banjarbaru lebih mengutamakan akar budaya bangsa sendiri.

Sejumlah even seni dan budaya berskala daerah dan nasional sering digelar di kota ini, bahkan sudah punya kelender tetap seperti setiap bulan, setiap tahun, dan belum lagi yang tidak masuk dalam kalender tetap. Even seni dan budaya itu diantaranya, Poetry In Action, Tadarus Puisi, dan aneka lomba seni, bahkan juga seni lukis atau menggambar.

Seni yang ditampilkan di Kota Banjarbaru cukup banyak, seperti puisi, melukis, menari, menyanyi dan juga aneka seni tradisional masyarakat Kalimantan Selatan, seperti seni masyarakat Banjar dan Dayak juga ditampilkan. Selain itu juga ditampilkan seni dari daerah lain, seperti seni dari masyarakat Jawa dan lainnya.

Dengan berkembangnya seni dari berbagai daerah di Indonesia di Kota Banjarbaru, maka sebagian penggiat seni menyebut Kota Banjarbaru sebagai Ibukota Kesenian Indonesia. Hal ini tentu juga diperkuat dengan kecintaan terhadap seni dan budaya oleh kepala daerah, seperti Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani. Sebab, kedua tokoh Kalsel ini sering tampil dan memberi dukungan penuh terselenggaranya even seni dan budaya di Kota Banjarbaru. Bahkan keduanya tidak sungkan menampilkan kebolehannya dalam membaca puisi diatas pentas atau panggung.

Photo by : yudhis
Penulis :

Peluncuran Buku Madam (Merantau)

Diposting oleh On Maret 19, 2018


Banjarbaru : Budayawan Kalimantan Selatan Iberamsyah Barbary meluncurkan karya tulisnya terbaru di tahun 2018 ini, yakni sebuah novel otobiografi yang mengisahkan tentang kisah perjalanan hidupnya  dengan judul buku "Madam"  (19/03/2018).

Iberamsyah Barbary di kalangan budayawan, sastrawan, dan seniman bukan nama yang asing di Kalimantan Selatan. Sebab, kakek yang dari beberapa orang cucu ini sudah beberapa kali menulis buku dan memperkaya literatur sastra di Indonesia. Ia telah aktif menulis sejak awal tahun 70 -an dan karya tulis telah menghiasi media cetak di Kalimantan Selatan.

Aneka bentuk karya tulis yang telah ia buat, diantaranya pantun, puisi, cerpen, bahkan gurindam. Dengan karya sastranya tersebut telah mengangkat namanya dan serung diundang untuk mengikuti pertemuan para sastrawan,hingga ke luar negeri.

Pria kelahiran Kandangan, Hulu Sungai Selatan ini meski sudah memasuki usia 70 tahun,  namun tetap produktif menulis dan yang baru pada awal tahun 2018 ini melakukan peluncuran buku yang otobiografi perjalanan hidupnya sejak masa kecil,hingga sampai sekarang.

"Buku yang saya beri judul Madam ini menceritakan riwayat perjalanan hidup saya yang berat dan panjang, serta hidup yang sering berpindah-pindah tempat tinggal, karena untuk terus bertahan hidup dan ingin hidup lebih baik," paparnya.

Madam menurut Iberamsyah Barbary bukan berasal dari bahasa asing,  tetapi Bahasa Banjar yang artinya pergi merantau. Buku otobiografi ditulis dan disiapkannya selama 4 tahun dan terdiri dari 500 halaman. Selanjutnya didalam buku ini juga menceritakan bagaimana ketabahan, keuletan seorang ibu dalam mengasuh dan membesarkan putranya Iberamsyah Barbary kecil, hingga harus madam atau pergi keluar dari kampung halaman demi mencari kehidupan lebih baik atau seperti hijrah dari satu kota ke kota lainnya.

Berikut ini beberapa hasil karya tulis Iberamsyah Barbary,  antologi puisi serumpun ayat – ayat tuhan, kumpulan sajak asmaul husna, balahindang sakumpul sapalimbaian, kumpulan cerpen,  serta buku  Banjar Negeri Harum 1001 Gurindam.




Editor   :
Penulis : Syahminan

Jumlah Ikan Semakin Turun di Sungai Martapura

Diposting oleh On Maret 11, 2018


Martapura - Setiap hari nelayan di Sungai Martapura Kabupaten Banjar  mencari nafkah dengan mencari ikan air tawar.  Namun, setiap tahun penghasilan mereka semakin menurun akibat minimnya hasil tangkapan (11/03/2018).

Kalau anda melintas di Jalan Martapura Lama di Kawasan Kecamatan Martapura Barat, tepatnya di Bantaran Sungai Martapura mungkin biasa melihat sebagian nelayan yang lagi asyik mencari ikan di sungai tersebut.  Ada yang memancing, memasang lukah atau menjala (Malunta), dan alat tangkap ikan lainnya.

Di kawasan ini seringkali terpantau adalah iring-iringan perahu para nelayan yang jumlahnya sekitar 10 perahu dan melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat penangkapan jenis jala atau yang dalam Bahasa Banjar disebut Lunta. Para nelayan ini sebagian besar berasal dari Desa Keliling Benteng, Kecamatan Sungai Tabuk dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Martapura Barat,  Kabupaten Banjar.

Para nelayan tradisional ini berangkat pagi hari dari desa mereka dan ditarik perahu motor,hingga sampai Kampung Melayu dan Pekauman di Martapura.  Selanjutnya mereka mengikuti aliran atau arus Sungai Martapura sambil menangkap ikan dengan melemparkan jala secara bersamaan atau berjamaah.

Ahmad salah seorang nelayan tradisional mengatakan, hasil tangkapan ikan air tawar di Sungai Martapura semakin tahun semakin menurun. Namun, ia tidak mengetahui penyebab pastinya,dan hanya menduga kualitas air Sungai Martapura sudah semakin menurun dan bahkan sudah tercemar.

"Aktivitas penangkapan ikan dengan cara menyetrum dan penggunaan zat beracun menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah ikan dan udang," ujarnya.

Menurutnya dulu ia dan para nelayan lainnya seringkali berhasil menangkap ikan sungai, seperti Pipih, Sanggang, Lampam, Tilan, Rio, bahkan Bakut, Baung, Udang Galah, Kalui dan lainnya. Tetapi sekarang ikan jenis air tawar tersebut sangat jarang berhasil tertangkap, bahkan Ikan Bakut hampir punah.

Dengan minimnya hasil tangkapan tersebut jelas Ahmad sangat berdampak pada menurunnya pendapatan para nelayan tradisional yang menangkap ikan di Sungai Martapura.

"Kalau hanya mengandalkan dari menangkap ikan disini, kami tidak bisa bertahan hidup, dan untungnya kami juga bertani dengan menanam sayur dan bercocok tanam padi," pungkasnya.


Editor   : Syach
Penulis : Syach

Pertunjukan Seni Damarwulan di Pangambangan Banjarmasin

Diposting oleh On Maret 06, 2018


Banjarmasin - Guna melestarikan kesenian khas Kota Seribu Sungai yang hampir punah, Warga Pengambangan Banjarmasin menggelar pagelaran kesenian Damarwulan dan mengangkat kisah berjudul " Patualangan Putra Palinggam Cahaya.

Kisah Damarwulan ini menceritakan awal dari sebuah kerajaan yang aman penuh kedamaian, makmur dan sentosa,serta berada dibawah kepemimpinan Raja Bungsu yang memiliki seorang putra bernama Raden Kasan Mandi . Putra raja ini sejak kecil dididik dengan baik oleh Punakawan, yang terdiri dari Amut, Anglong, Anggasina dan Labay.

Ketika dewasa Raden Kasan mandi melakukan perjalanan berkeliling banua untuk mencari sang idaman hati yang akan ia jadikan pendamping hidup di kerajaan.

Suatu ketika tibalah rombongan Raden Kasan aman di kerajaan Masir keraton yang dipimpin raja Indrabayu . Pada saat itu Kerajaan Masir keraton menggelar karasmin atau pesta rakyat yang juga dihadiri putri raja bernama Galuh Putri Jungmasari .

Raden Kasan mandi yang pada saat itu juga menyaksikan karasmin sempat juga melihat putri raja tersebut dan terpesona karena kecantikannya. Kemudian ingin segera melamar, namun disaat yang sama juga ada seorang sultan sebangsa jin dari Kerajaan Lautan Gandang Miring , bernama Sultan Aliudin yang juga tertarik dengan Galuh Putri Jungmasari.

Merasa langkahnya didahului,maka Sultan Aliudin menantang Raden Kasan Mandi lewat sebuah perang besar . Namun dengan bijak Raden Kasan Mandi menolaknya dan kemudian menawarkan sebuah sayembara , yakni perang tanding kemampuan saja.

Alkisah dalam perang tanding tersebut pihak Raden Kasan Mandi berhasil mengalahkan pihak sultan Aliudin dan berhak mempersunting galuh putri jungmasari .

Demikianlah pementasan seni Damarwulan yang digelar di Kelurahan Pangambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur tadi malam. Banyak penonton menyaksikan pertunjukan ini, terutama para pecinta seni tradisional khas Banjar.

Kesenian Damarulan sendiri memiliki makna yang berarti sebuah pementasan dengan bercahayakan lampu pelita . Kesenian ini juga salahsatu kesenian khas dari Kota Banjarmasin yang hampir punah dan kini kembali dilestarikan oleh Warga Pengambangan Banjarmasin sejak tahun 80 an silam dengan mengajak generasi muda sebagai regenerasi pemain .

Kesenian Damarwulan biasanya menceritakan kisah sebuah kerajaan yang biasanya dimainkan dalam memeriahkan prosesi perkawinan masyarakat.

Menurut para seniman, kesenian Damarwulan berbeda dwngan Mamanda, perbedaannya pada ketukan musik gamelan yang mengiringi saat pementasan.



Penulis : Amang Beset

Tiga Ikon Wisata Banjarmasin Terkini

Diposting oleh On Maret 04, 2018


Banjarmasin - Tiga Ikon Wisata di Banjarmasin yang menjadi tempat bertumpuknya para wisatawan lokal, nasional, dan internasional (04/03/2018).

Ada Tiga Ikon Wisata yang kini menjadi favorit para wisatawan untuk berphoto ria atau swafoto di Kota Banjarmasin. Ketiga lokasi yang menjadi Ikon Wisata tersebut, yakni:

1. Patung Bekantan, terletak di kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin.

2. Manara Pandang, letaknya juga di kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin, dan sisinya ada dermaga Pasar Terapung yang juga menyediakan alat transportasi air bagi para wisatawan berupa perahu motoe jenis klotok. Perahu motor ini dapat digunakan para wisatawan berkeliling di Bantaran Sungai Martapura yang membelah Kota Banjarmasin.


3. Nol Kilometer, terletak di Jalan Sudirman dan berada di tepi atau Bantaran Sungai Martapura, tepatnya di depan Kantor Gubernur Kalsel yang lama atau dekat Makorem 101 Antasari.

Persiapan dan Jadwal Puncak Haul ke 13 Abah Guru  Sekumpul

Diposting oleh On Februari 25, 2018


Martapura - Persiapan Haul Abah Guru Sekumpul kini terus dilakukan, agar
kegiatan keagamaan ini berjalan lancar dan sukses, termasuk dalam kesiapan sarana dan prasarana dalam menyambut kedatangan ratusan ribu jamaah (25/02/2018).

Haul KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang lebih akrab disapa Abah Guru Sekumpul tinggal satu bulan lagi. Segala persiapan telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar, Masyarakat dan tentunya juga Panitia Haul.

Pada tahun ini Haul ke -13 Guru Sekumpul tetap akan digelar di kawasan makam beliau,yakni Mushala Ar-Raudah, Sekumpul Martapura. Puncak pelaksanaan Haul ke 13 Abah Guru Sekumpul akan digelar pada Tanggal 25 Maret 2018 mendatang, namun persiapan sudah jauh hari dilakukan.

Salahsatu bentuk persiapan dari sekian banyak agenda adalah membersihkan kawasan Sekumpul dan sekitarnya, seperti membersihkan saluran air, parit, got, atau drainase. Kegiatan ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui dinas terkait seperti Dinas PUPR, Damkar Banjar, Tagana, dan masyarakat.

Dalam pembersihan drainase tersebut Tim kebersihan menggunakan alat Jack Hammer untuk membuka cor semen penutup drainase guna membuang penyumbat saluran air. Lumpur,tanah dan sampah yang. menjadi penyebab terganggunya aliran air dikeluarkan dan diangkut olehTagana .

Lurah Sekumpul Gusti Marhusin mengatakan, pembersihan tersebut adalah kegiatan rutin tahunan, terlebih jelang Haul Abah Guru Sekumpul.

" Pembersihan ini, untuk mengangkat tanah yang sudah membuat drainase tersumbat dan menjadi dangkal ,hingga mengakibatkan air tidak bisa mengalir dengan normal,serta mengakibatkan air tumpah ke jalanan dan menggenangi jalan sekumpul" ujarnya.

Heryanto dari tim drainase PUPR, gotong royong untuk hari ini sementara kita dari pasar dulu sampai ke Gang simpang 4 sekumpul, hari Senin baru kita sampai ke sungai kacang, adapaun yang kita lakukan adalah untuk pembersihan drainase dari sampah.

Terbongkarnya Rahasia Pasak Bumi

Diposting oleh On Februari 24, 2018


Banjarmasin - Akar kayu yang lebih akrab dan populer disebut Pasak Bumi dari rimba Kalimantan kini semakin banyak peminatnya. Bahkan Pasak Bumi sudah diekspor ke manca negara.

Rahasia mujarab yang terkandung pada Pasak Bumi, membuat jenis akar ini menjadi buruan masyarakat untuk diperjualbelikan. Namun,untuk mendapatkan akar Pasak Bumi ini tidak gampang, sebab tidak semua hutan atau rimba di Kalimantan ada tumbuhan ini. Pasak Bumi lebih banyak ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

Karena, punya nilai ekonomis yang cukup lumayan, maka banyak orang akhirnya melakukan bisnis jual beli Pasak Bumi dan memasok untuk keperluan pembuatan jamu atau obat herbal.

Pasak Bumi yang dalam bahasa latin disebut Eurycoma longifolia dipercaya jenis herbal punya khasiat yang baik bagi kesehatan manusia, diantaranya, menambah tenaga dan menjaga stamina tubuh, serta vitalitas. Selain itu juga dipercaya, mengobati rheumatik, liver, malaria, membangkitkan gairah seksual,sebab mengandung ekstrak yang disebut dengan ethanolic yang sangat berperan dalam menambah jumlah hormon testosteron pada pria.

Pasak Bumi sudah sejak lama digunakan masyarakat Dayak sebagai obat herbal tradisional mereka. Tanaman jenis ini sudah sangat akrab bagi masyarakat di pedalaman di Pulau Kalimantan.

Tanaman Pasak Bumi mengandung strichnin dan brusin yang dipercaya berkhasiat guna menambah vitalitas pria, karena bersifat afrodisiak.

Di Negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam dikenal dengan nama yang berbeda, yakni mereka menamakan Pasak Bumi sebagai Tongkat Ali.



Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru Sambut Kedatangan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf

Diposting oleh On Februari 21, 2018


Banjarbaru - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani didampingi Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, Ketua DPRD Banjarbaru H AR Iwansyah, dan Danlanud Syamsudin Noor Letkol Pnb Abdul Haris, menjemput kedatangan Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf di VIP Room Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Rabu siang (21/02/2018).

Dikutip dari siaran pers Pemkot Banjarbaru, kedatangan Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf ke Kota Banjarbaru ini guna memimpin kegiatan Banjarbaru Bersholawat yang digelar malam ini di Lapangan Murjani, Pukul 20.00 Wita.

Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf pada kesempatan ini berpesan kepada semua yang hadir di sela istirahat di VIP Room Bandara, bahwa menjadi seorang pemimpin yang baik tidak hanya sekedar memberi perintah dan larangan, tetapi juga harus memberi contoh kepada semua orang.

" Kita sebagai seorang pemimpin harus bijaksana dalam semua hal, terutama kepada masyarakat, ucap Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf.


Photo dan Data Juhri