HEADLINE NEWS

Arsip Blog

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

BIDAN KABUPATEN BANJAR SRIKANDI INDONESIA DIBIDANG KEMANUSIAAN DAN KESEHATAN

By On Juli 17, 2013

Sabtu (13/07) Dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Banjar yang ke-63 serta upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah Kabupaten Banjar bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Banjar yang didukung penuh oleh pihak manajemen hotel Rodhita Banjarbaru, mengadakan seminar sehari Ikatan Bidan Indonesia Ranting Kabupaten Banjar dengan tema Midwifepreunership and EducativeMenuju Bidang Profesi Mulia yang Produktif Menuju Persaingan Global. Seminar ini diikuti oleh lebih dari 400 orang yang terdiri dari bidan, mahasiswi kebidanan dan masyarakat umum.
 Seminar yang diadakan di aula hotel Rodhita Banjarbaru menghadirkan narasumber dari RSU Lawang Malang dr. Ahmad Rousdy Noor, M.MRS, dr. Hardian Sauqi, Sp.OG dari RSU Ulin Banjarmasin dan Rusmiati Agustina, SKM,MM dari Dinas Kesehatan Banjar serta dimeriahkan oleh artis ibu kota Imaniar.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar Ratu Hj Raudhatul Jannah didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar drg. Yasna Khairina,MM yang turut hadir di acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan, “profesi bidan merupakan sebuah profesi yang mulia dan tidak mudah menjadi seorang bidan”.
“Diperlukan ketulusan dan kesungguhan untuk menjalani profesi sebagai bidan, seorang bidan harus siap sedia selama 24 jam demi menolong ibu melahirkan. Kadang para bidan harus menempuh medan yang cukup berat apabila menjalankan tugasnya. Ibu-ibu bidan ini adalah Srikandi Indonesia,” puji Raudhatul.
Dengan adanya seminar ini, lanjut isteri Bupati Kabupaten Banjar ini, para bidan hendaknya dapat meningkatkan kualitas pelayanan mereka. “Para bidan harus bisa memberikan pemahaman kepada ibu hamil tentang pentingnya menjaga janin mereka. Anjurkan mereka agar teratur memeriksakan kehamilan mereka ke rumas sakit atau Puskesmas agar kita bisa meminimalisir angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi. Disamping itu ingatkan mereka agar menggunakan KB supaya angka kelahiran di Kabupaten Banjar dapat terkontrol,” harap Raudhatul mengakhiri sambutannya dan sekaligus membuka secara langsung acara seminar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »