HEADLINE NEWS

Arsip Blog

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ustadz Arifin Ilham Zikir Bersama di Bandara Syamsuddin Noor

By On Februari 18, 2018


Banjarbaru - Ustadz Arifin Ilham pimpin zikir bersama di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru (17/02/2018).

PT Angkasa Pura I (Persero) tadi malam menggelar acara Zikir bersama dengan menghadirkan Ustadz Arifin Ilham yang mengusung tema "Bangga Melayani Bangsa ". Kegiatan zikir ini digwlar di halaman Kantor Cabang Bandar Udara Syamsudin Noor . Acara ini digelar untuk menyambut Hari Jadi PT Angkasapura ke-54.

Pada pembukaan acara ini Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan dalam sambutannya mengatakan, atas nama masyarakat Banjarbaru,  pihaknya mengucapkan terima kasih. Sekain itu ia juga mengucapkan selamat Hari Jadi PT. Angkasa Pura ke 54,dan berharap selalu bisa memberikan pelayanan publik terbaik. 

"selamat hari jadi ke-54 buat angkasapura,  semoga selalu menjadi terbaik dalam hal melayani masyarakat," katanya.

Kemudian General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Syamsuddin Noor, Wahyudi mengatakan, bahwa pihaknya sengaja mengundang Ustadz Aripin Ilham untuk memimpin Zikir bersama dalam memperingati Hari Jadi PT. Angkasa Pura ke -54 .

" Dengan usia 54 tahun, tentu  angkasapura persero tidak muda lagi,  dan semoga kedepannya bisa selalu memberikan pelayanan yang terbaik," ujarnya.

GM PT Angkasa Pura I Bandara Syamsuddin Noor ini juga mengungkapkan, melalui adanya dzikir bersama Ustadz Arifin Ilham  ini,  pihaknya berharap agar semuanya mendapat barokah dan selalu ingat sama Allah.

Sementara itu dihadapan para jamaah, Ustad Arifin Ilham mengaku gembira bisa berzikir bersama masyarakat Banjarbaru

"Inilah suasana yang paling bahagia,karena kita dapat berzikir bersama," kata Arifin.

Pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini mengatakan, bahwa zikir dan berdoa bersama merupakan kebahagiaan apalagi jika dilakukan pada awal pagi yaitu di waktu shalat Subuh.

Turut hadir dalam acara tersebut
Dandim 1006/ Mtp Letkol Inf Muchammad Ghoffar Ngismangil, Camat Landasan Ulin, Para Tokoh Masyarakat dan Agama,serta Sejumlah Majelis Taklim di Banjarbaru.

Pasar Terapung Papan Riwayatnya Kini

By On Februari 17, 2018


Martapura : Tradisi Berdagang Papan Diatas Sungai Masih Jadi Pilihan Warga Banjar di Bantaran Sungai Martapura, misalnya di pasar tradisional Sungai Tabuk yang pada setiap Hari Sabtu atau akhir pekan menggelar penjualan papan dan balok kayu.

Sungai bagi warga Kota  Banjarmasin dan Kabupaten  Banjar sudah sejak  dari zaman ke zaman masih menjadi salahsatu urat nadi transportasi sungai. Selain iti juga menjadi sarana untuk melakukan kegiatan ekonomi, diantaranya berdagang seperti Pasar Terapung Kuin dan Lok Baintan. Selain itu juga masih ada para pedagang papan terapung pada setiap Hari Sabtu atau akhir pekan di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Pasar papan diatas sungai ini masih menjadi salah satu tradisi warga  Banjar untuk mendapatkan bahan bangunan dari kayu tersebut. Pasar papan diatas sungai yang ada di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar kini masih tetap berlangsung dan ramai dengan para pembeli.

Menurut keterangan Aini salah seorang pedagang papan diatas sungai , ia bersama para pedagang papan lainnya membawa papan dari Kelurahan Alalak Banjarmasin  dan pada setiap hari pasar di Sungai Tabuk untuk dijual sebagai bahan bangunan.

Menurut Aini, salahsatu alasan mereka menggunakan perahu dalam berdagang karena biayanya lebih murah ,terhindar dari kemacetan yang kerap terjadi, jika melewati jalan darat. Selain itu mengangkut dengan kapal dapat memuat papan lebih banyak.

" Mengangkut papan dan balok kayu dengan perahu motor dari Alalak hingga ke Sungai Tabuk, hanya membutuhkan 4 liter solar dan perahu bisa dimuati penuh dengan papan," kata Aini (17/02/2018).

Aini juga menuturkan usaha berdagang kayu atau papan tidak semudah dahulu, sebab sekarang ini pemerintah melalui petugas Kepolisian dan Kehutanan sangat ketat mengawasi mereka, sehingga kayu susah didapat, dan kalaupun ada harganya menjadi lebih mahal.

" Mun bahari, kawa jua dapat unntung nang talumayan, mun wayahini, kawa batahan hidup gub syukur, " jelasnya.

Para pedagang papan terapung ini mengaku hanya menjual kayu yang tidak dilarang oleh pemerintah, diantaranya kayu hutan biasa, tidak ada jenis kayu ulin atau meranti. Mereka juga tidak berani nekat menjual kayu yang harus memiliki izin untuk dijual secara bebas. Sebab, kalau ada yang masih nekat, maka tidak jarang berhasil ditangkap polisi, dan dituduh menjual kayu atau papan hasil pembalakan  liar dan dihukum cukup lama.



KPU RI Tak Loloskan PBB dan PKPI

By On Februari 17, 2018


Jakarta - KPU RI telah mengumumkan hasil verifikasi partai politik (parpol) calon peserta pemilu menjadi peserta pemilu 2019. Acara penetapan hasil verifikasi partai politik peserta pemilu 2019 di gelar di salahsatu Hotel Berbintang di Jakarta ini, dibuka langsung oleh Ketua KPU RI Arief Budiman.

KPU RI pada kegiatan ini meloloskan 14 parpol dari 16 parpol yang diverifikasi. Empat parpol baru ditetapkan lolos, yakni Perindo, Berkarya, Garuda dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Selain itu dua parpol lama,yakni Partai Bulan Bintang (PBB) dan PKPI dinyatakan tidak lolos verifikasi.

Menurut Komisioner KPU Kalimantan Selatan Nurkholis Majid, dalam kegiatan pengumuman hasil verifikasi parpol ditingkat nasional dihadiri juga oleh Ketua KPU Kalimantan Selatan Samahuddin Muharram. Ia sendiri terus mengikuti perkembangan yang terjadi terkait penetapan hasil verifikasi tersebut.

" Informasi lebih lengkap, nanti bisa ditanyakan sama Pak Ketua, Karena beliau yang menghadiri secara langsung, " ujarnya (17/02/2018).

Photo : KPU RI

Mulyadi Kesetrum Diatas Mushala

By On Februari 17, 2018


Martapura - Warga Desa Tambak Anyar RT. 02, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar Mulyadi (40), tersengat aliran listrik tegangan tinggi saat akan memperbaiki Mic (TOA) yang berada diatas Mushala Hidayattul Muttaqin.

Menurut Pambakal (Kades) Tambak Anyar Muhammad Sibawaihi, peristiwa berawal dari kegiatan korban untuk menurunkan dan memperbaiki Mic atau TOA yang berada di atas Mushala. Namun, karena ia kurang berhati-hati, maka besi yang ia pegang menyentuh kabel aliran listrik tegangan tinggi dan kesetrum (tersengat aliran listrik). Korban sempat teriak-teriak kesakitan akibat tersengat aliran listrik, dan beruntungnya ini hannya berlangsung sebentar atau beberapa detik saja, sebab besi yang korban pegang terlepas.

" Mendengar teriakan korban warga berdatangan untuk memberikan pertolongan," ujar Pambakal.

Selanjutnya untuk melakukan pertolongan warga menghubungi Tim evakuasi PMI Banjar untuk menurunkan korban yang terbaring diatas mushala. Setelah berlangsung sekitar satu jam, akhirnya korban bisa diturunkan dan selanjutnya dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Di rumah sakit,  Mulyadi di temani oleh Istrinya Atul (35) dan beberapa saudaranya. Sedangkan kondisi Mulyadi masih terlihat lemah dan sepertinya mengalami shock. 

" Pas kajadian ulun kada tahu, ulun rahatan bamasak di dapur, mandangarai ada bunyi mutur ambulan. Ulun tahunya pas ada nang datang ka rumah mahabari ,nang mamadahkan laki ulun,takana satrum di mushala, " jelas Atul.

Bersasarkan keterangan warga, Mulyadi merupakan seorang Najir di Mushola Hidayatul Muttakin,  dan setiap ada kerusakan di mushola itu, maka ia yang selalu memperbaikinya. 

Penganiayaan Aktivis Kotabaru,  Aktivis Parlemen Jalan Desak Polda Kalsel Cepat Usut Tuntas

By On Februari 17, 2018


Martapura - Aktivis Parlemen Jalanan Kalimantan Selatan mendesak agar Polda Kalimantan Selatan mampu secepatnya mengungkap kasus penganiayaan terhadap Aktivis Kotabaru Usman Pahero.

Penganiyaan terhadap aktivis asal Kotabaru juga mengundang simpati banyak kalangan yang berlatarbelakang aktivis seperti Desmond J Mahesa yang kini duduk menjadi wakil rakyat di Komisi III DPR RI, dan banyak aktivis lainnya. Di Kalimantan Selatan Ketua Aktivis Parlemen Jalanan Kalimantan Selatan Badrul Ain Sanusi juga mengaku kaget dan prihatin atas nasib yang menimpa rekannya sesama aktivis yang vokal mengkritisi persoalan yang bersangkutan dengan kepentibgan masyarakat luas atau publik.

Terkait dengan kasus penganiyaan aktivis ini Badrul Ain Sanusi mendesak agar aparat kepolisian, khususnya Polda Kalimantan Selatan untuk secepatnya mengusut tuntas, agar diketahui motif dibalik penganiyaaan ini.

" Kita mendesak agar Polda Kalimantan Selatan untuk cepat bergerak dan mengungkap kasus ini, " tegas Badrul Ain Sanusi (17/02/2018).

Menurut Badrul jangan sampai kasus penganiyaan ini menjadi preseden buruk bagi para aktivis di Indonesia dan Kalimantan Selatan untuk menyuarakan keadilan dan kebenaran dan melindungi kepentingan masyarakat atau publik. Selain itu ia juga menyampaikan,bahwa jangan hal ini menyurutkan langkah para aktivis untuk terus maju berjuang membela kepentingan masyarakat lebih luas.

" Kami akan mengelar aksi, jika kasus ini sebagai upaya untuk membungkam suara rakyat dan kebenaran. Kami Aktivis Parlemen Jalanan Kalimantan Selatan siap turun ke jalan untuk mendesak agar kasus ini terungkap, " tegas Badrul Ain Sanusi.

Pasca Bencana Puting Beliung TNI Bantu Korban

By On Februari 16, 2018


Martapura - Pasca terjadi bencana angin luting beliung yang mengakibatkan 10 rumah Warga Desa Mangkaok mengalami rusak parah dan ringan, Kodim 1006 Martapura melalui Koramil Pengaron membantu korban bencana.

Bencana alam angin puting beliung disertai hujan lebat kembali terjadi menimpa puluhan rumah warga Kampung Johar desa Mangkaok, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.

Akibat kejadian itu, beberapa rumah milik warga mengalami rusak berat.Terkait hal tersebut, Komandan Rayon Militer1006-02/Pengaron, Kapten Inf Kurmanto memerintahkan personelnya membantu proses evakuasi bagi warga korban terdampak bencana alam ini.

Kurmanto menjelaskan, bencana ini terjadi sekitar pukul dinihari , dan kejadian berselang sekitar 30 menit kemudian, angin puting beliung muncul dan memporak-porandakan segala yang dilewatinya.

"Tercatat selain rumah warga yang tertimpa musibah,pohon juga ada yang tumbang dan sebagian menutup akses jalan pedesaan," jelasnya (16/02/2018).

Dari informasi yang disampaikan Babinsa setempat, ada 6 rumah warga yang rusak ringan dan 4 rumah rusak berat , namun dalam peristiqa ini tidak ada korban jiwa akibat dampak dari musibah angin puting beliung.

Salah seorang Staf Dinas Sosial Kabupaten Banjar tiba di lokasi kejadian mengatakan, adanya musibah tersebut TNI dan Polri serta tagana di bantu warga dan bersama Aparat Desa Mangkaok mengevakuasi,serta membantu barang milik warga.

Pada kesempatan ini Dinas Sosial Kabupaten Banjar memberikan langsung bantuan, berupa sembako dan perlengkapan tidur, serta peralatan rumah tangga. Bantuan juga datang dari salah seorang Anggota DPRD Banjar yang diterima langsung oleh masyarakat tertimpa musibah.

Kemudian di tempat terpisah, saat ditemui Komandan Distrik Militer 1006 Martapura Letkol Inf Muchammad Ghoffar Ngismangil S sos membenarkan kejadian itu dan telah menginstruksikan anggota Koramil Pengaron untuk segera turun ke lapangan dan membantu warga.selain itu di lapangan melakukan kerjasama dengan Polsek , perangkat desa hingga BPBD setempat dalam menangani dampak musibah angin puting beliung.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Banjar tercatat 10 rumah penduduk mengalami kerusakan dengan rincian sebagai berikut :

Rusak Ringan

1. Yanto 1 kk 5 jiwa
2. Suhrawi 1kk 3 jiwa, 1 anak kecil
3. Syarifudin 1kk 4 jiwa.
4. Hadari 1kk 4 jiwa, 2 anak kecil
5.Rasmadin dapur dan kandang sapi, 1kk 4 jiwa
6. Asur 1 kk 4 jiwa.

Rusak Berat

1. Matsiir, 1kk 3 jiwa
2. Mursidi, 1 kk 3 jiwa anak kecil 2
3. Salam, 1 kk 5 jiwa, anak kecil 2
4. Matsehri 1kk 3 jiwa, 1 anak kecil

Aktivis Kotabaru Dibacok dan Mengalami Luka Parah

By On Februari 16, 2018


Kotabaru - Usman Pahero, seorang aktivis di Kabupaten Kotabaru,Kalimantan Selatan mengalami luka bacok dibagian kepala cukup parah dan kini dilarikan ke rumah sakit, namun karena lukanya parah akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.

Peristiwa menggenaskan terjadi dinihari tadi di Kabupaten Kotabaru menimpa seorang aktivis yang cukup vokal di Kabupaten Kotabaru, yakni Usman Pahero. Ia menjadi korban penganiyaan dari orang yang tak dikenal dengan mengalami luka bacok di bagian kepala.

Menurut keterangan teman korban, Nurcholis Majid, penganiyaan ini terjadi di Hilir Muara Kotabaru pada saat korban yang ditemani anaknya yang baru kelas SD keluar rumah untuk menunaikan shalat subuh ke Mesjid As- Salam . Namun, sebelum sampai ke mesjid, namun tiba - tiba ia didatangi orang tak dikenal yang langsung menebaskan senjata tajam ke arah lehernya. Korban sempat menunduk untuk menghindar,tetapi tebasan parang mengenai kepala dan korban langsung terjatuh. Sedangkan pelaku langsung kabur.

Menurut Nurcholis Majid yang juga Ketua Ombudsman Kalimantan Selatan, korban Usman Pahero adalah seorangaktivis yang sangat vokal di Kotabaru. Ia sering mendengar sejumlah aksi demo yang mengkritisi kebijakan dan tindakan penguasa, selalu dimotori oleh korban. Mulai aksi demo tolak tambang, demo pejabat bermasalah, dan demo-demo lainnya, selalu ada diikuti Usman Pahero. Korban adalah aktivis dari berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti HMI dan sejumlah forum diikutinya. Sejak mahasiswa di IAIN Antasari tahun 1988, korban sudah aktif dalam berbagai organisasi, hingga dia kembali ke Kotabaru.

" Apakah pelakunya masih ada hubungan dengan aksi-aksi yang dilakukan Usman. Saya berharap, polisi cepat mengungkapnya, sebab dalam hal ini profesionalisme polisi juga ditantang," tegasnya (16/02/2018).

Ketua Ombudsman Kalsel ini menyatakan keprihatinannya atas munculnya tindakan premansime seperti yang terjadi dan menimpa aktivis. Peristiwa ini juga menggambarkan bahwa tingkat keamanan dilingkungan kita masih rawan.

" Kalau Usman dibacok karena dia vokal, isyarat demokrasi kita masih seperti zaman batu, dimana kekerasan fisik masih dipilih sebagai cara utk membungkam," pungkasnya.